Dalam kesempatan yang baik ini, kita berada di awal tahun Hijriyah yaitu Muharram saya akan menyampaikan sedikit tentang satu hadits. Ada satu hadits nabi sebagai renungan bagi diri saya maupun seluruh umat nabi Muhammad ﷺ untuk kita amalkan karena nabi menyebutkan dalam satu hadits tentang pertanyaan yang Allah akan tanyakan nanti di Padang Mahsyar. Mengenai hari kiamat, Allah dan Rasul-Nya telah mengabarkan kita melalui ayat-ayat Al-Quran maupun hadits-haditsnya. Salah satu hadits nabi Muhammad ﷺ yang menggambarkan pada kita kelak di hari kiamat setiap manusia kelak akan dimintai pertanggung jawaban Allah mengenai 4 perkara. Dalam hadits tersebut Rasulullah bersabda :
لَا تَزُولُ
قَدَمَا عَبْدٍ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حَتَّى يُسْأَلَ عَنْ عُمُرِهِ فِيمَا
أَفْنَاهُ ، وَعَنْ عِلْمِهِ فِيمَ فَعَلَ، وَعَنْ مَالِهِ مِنْ
أَيْنَ اكْتَسَبَهُ وَفِيمَ أَنْفَقَهُ ، وَعَنْ جِسْمِهِ فِيمَ أَبْلَاهُ
“Tidaklah bergeser kedua kaki
seorang hamba nanti pada hari kiamat hingga Allah menanyakan tentang umurnya
dihabiskan untuk apa, tentang ilmunya diamalkan atau tidak, tentang hartanya
darimana dia peroleh dan kemana dihabiskan, tentang tubuhnya, lelah letihnya.”
(HR Tirmidzi)
Dari hadits diatas
Rasulullah mengabarkan pada umatnya kelak di hari kiamat setiap bani Adam akan
dimintai pertanggung jawaban oleh Allah. Ini sebagai renungan bagi saya dan
bagi kita semua untuk setiap waktu supaya kita selalu mengingat terhadap amalan
yang kita kerjakan selama didunia ini. Banyak perkara yang akan ditanyakan oleh
Allah pada hari kiamat, yang pokok yang akan ditanyakan adalah berkaitan dengan
tauhid, sebagaimana disebutkan oleh Al Imam Ibnu Qayyim dalam kitabnya :
ما
ذاكنتم تعبدون وماذااجبتم امرسلىن
“Bagaimana
kalian beribadah kepada Allah dan bagaimana kalian menyambut seruan para rasul”
(Al-Imam Ibnu Qayyim)
1.
Umur kita dihabiskan untuk apa?
Jadi di dunia ini umur kita dihabiskan untuk apa? Apa digunakan
untuk yang bermanfaat seperti beribadah kepada Allah, ngaji, membantu orang
tua, berdzikir,dll. Apa umur kita digunakan untuk waktu yang tidak bermanfaat
seperti jalan-jalan, ngobrol, foya-foya, chattingan, main terus sampai kita lupa
waktu meninggalkan kewajiban kita sebagai seorang muslim/muslimah. Berbicara
tentang umur juga berbicara tentang waktu seperti yang Allah firmankan dalam
surat Al-Asr :
وَالْعَصْرِ﴿١﴾ إِنَّ
الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ﴿٢﴾ إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ
وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْر
(1) Demi masa (2) Sungguh manusia berada dalam
kerugian (3) Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta
saling menasihati dalam kebenaran dan kesabaran (QS Al Asr (103):1-3)
Waktu juga merupakan nikmat yang
diberikan Allah kepada kita. Diantara sekian banyak nikmat, ada 2 nikmat yang
manusia lalai yaitu nikmat sehat dan
waktu luang sebagaimana yang disabdakan oleh nabi :
نِعْمَتَانِ
مَغْبُونٌ فِيهِمَا كَثِيرٌ مِنْ النَّاسِ الصِّحَّةُ وَالْفَرَاغُ
“Dua nikmat kebanyakan manusia tertipu dengan keduanya yaitu
kesehatan dan waktu luang” (HR Bukhari)
Allah juga mengatakan jika seorang
hamba ingin menghitung nikmatnya maka mereka tidak akan sanggup menghitung
nikmat yang Allah berikan sesuai yang tertera dalam surat An-Nahl ayat 18 :
وَإِن
تَعُدُّواْ نِعْمَةَ اللّهِ لاَ تُحْصُوهَا إِنَّ اللّهَ لَغَفُورٌرَّحِيمٌ (١٨) 1
“Dan jika kamu menghitung nikmat
Allah, niscaya kamu tidak akan sanggup menghitungnya, sungguh Allah maha pengampun
lagi maha penyayang” (QS An-Nahl (16):18)
2.
Ilmu kita diamalkan atau tidak?
Kita
sebagai muslim dan muslimah hukumnya wajib unuk menuntut ilmu, entah itu ilmu
ibadah, pekerjaan, pelajaran, akidah, syar’i, dan ilmu-ilmu lainnya. Setelah
kita belajar kita juga wajib wajib mengamalkannya. Jadi ilmu itu kita pelajari
lalu kita amalkan karena sesuai dengan janji Allah dalam surat Az-Zukhruf :
وَتِلْكَ الْجَنَّةُ الَّتِي أُورِثْتُمُوهَا بِمَا
كُنتُمْ تَعْمَلُونَ(٧٢)
“Dan itulah surga
yang diwariskan kepadamu karena perbuatan yang telah kamu kerjakan” (QS Az-Zukhruf (43):72)
تعلموتعلموفاذاالمتم فعملون
“Belajarlah,belajarlah kalau kalian sudah belajar
amalkan”(Abdullah bin Mas’ud)
Jadi kita sebagai orang islam harus menuntut
ilmu dan harus bertambah setiap hari juga nambah iman kita, ketaqwaan kita, taqwa kita, tambah
zuhud, wara’, tambah takut kepada Allah. Sebab ilmu itu harus diamalkan untuk
diri kita,buat rumah tangga dengan istri tambah baik,dengan anak, dengan
tetangga juga tambah baik. Bukan tambah kasar, kejam, jauh dari Allah. Kita
memasuki jaman dimana fitnah-fitnah bermunculan. Ingat dijaman fitnah ini nabi
Muhammad ﷺ memberi kita solusi ketika banyak fitnah syahwat, finah
syubhat bermunculan yang harus kita lakukan adalah segera beramal sesuai sabda
nabi :
بَادِرُوا بِالأَعْمَالِ فِتَنًا
كَقِطَعِ اللَّيْلِ الْمُظْلِمِ يُصْبِحُ الرَّجُلُ مُؤْمِنًا وَيُمْسِى كَافِرًا
أَوْ
يُمْسِى مُؤْمِنًا وَيُصْبِحُ كَافِرًا يَبِيعُ دِينَهُ بِعَرَضٍ مِنَ الدُّنْيَا
يُمْسِى مُؤْمِنًا وَيُصْبِحُ كَافِرًا يَبِيعُ دِينَهُ بِعَرَضٍ مِنَ الدُّنْيَا
“Bersegeralah beramal sebelum munculnya fitnah (musibah)
yang datang bagaikan potongan-potongan malam yang gelap, seorang pagi beriman
sorenya kafir atau sorenya beriman paginya kafir yang menjual agama dengan
gemerlap dunia” (HR Muslim)
3.
Harta kita
darimana diperoleh dan kemana dihabiskan?
Harta ini ada 2 yang ditanya yang pertama
darimana kita peroleh apa dari cara yang halal atau yang haram, syubhat, uang
yayasan, uang kantor, judi, dan lain-lain. Sebagai manusia kita harus berusaha
mencari harta dengan cara yang halal, jika kita mengambil harta dari yang haram
maka tempatnya adalah neraka sesuai sabda nabi
ﷺ
:
كُلُّ لَحْمٍ نَبَتَ مِنْ سُحْتٍ
فَالنَّارُ أَوْلَى بِهِ
“Setiap daging yang tumbuh dari harta yang haram, maka neraka
lebih pantas baginya” (HR Ath-Thabrani)
وَكُلُواْ مِمَّا رَزَقَكُمُ اللّهُ
حَلاَلاً طَيِّبً)……٨٨(
“Dan makanlah yang halal lagi baik dari apa yang Allah
rezekikan kepadamu…..” (QS Al-Maidah (5):88)
Nabi Muhammad ﷺ juga berpesan
bahwa diakhir jaman aka ada umatnya yang tidak mempedulikan darimana dia memperoleh harta
tersebut.
لَيَأْتِيَنَّ
عَلَى النَّاسِ زَمَانٌ لَا يُبَالِي الْمَرْءُ بِمَا أَخَذَ الْمَالَ أَمِنْ
حَلَالٍ أَمْ مِنْ حَرَامٍ
“Akan datang suatu masa pada umat manusia mereka tidak lagi
peduli dengan cara apa untuk mendapatkan harta apakah dari cara yang halal atau
yang haram” (HR Bukhari)
Adapun harta kita bukan hanya dari
pekerjaan saja mungkin juga bias dari warisan. Harta kita juga bisa menjadi
fitnah karena fitnah yang besar adalah fitnah harta. Terkadang kita juga sibuk
didunia ini hanya untuk mencari harta dan menumpuk-numpuknya seperti Qorun.
إِنَّ لِكُلِّ
أُمَّةٍ فِتْنَةً وَفِتْنَةُ أُمَّتِي الْمَالُ
“Sesungguhnya setiap umat memiliki fitnah dan fitnah umatku
adalah harta” (HR Tirmidzi)
Lalu yang kedua kemana harta kita dihabiskan? Apa harta kita
dihabiskan untuk maksiat, kesyirikan, foya-foya,mubadzir, dan lain-lain. Sebab
harta yang kita miliki bukan milik kita melainkan hanya titipan dari Allah. Allah
berfirman dalam surat Al-Isra’ ayat 27 :
إِنَّ الْمُبَذِّرِينَ كَانُوا إِخْوَانَ
الشَّيَاطِينِ ۖ وَكَانَ الشَّيْطَانُ لِرَبِّهِ كَفُورًا (27)
“Sesungguhnya orang mubadzir temannya setan, dan
setan itu sangat ingkar kepada tuhannya” (QS Al-Isra' (17):27)
Harta itu sebaiknya bukan untuk disimpan tetapi lebih baik
kita keluarkan untuk infaq, membantu fakir miskin, anak yatim, pembangunan
masjid, dan lain-lain. Rasulullah ﷺ menyuruh kita
untuk infaq, bahkan setiap hari walaupun hanya sedikit tapi bermanfaat dan
harta yang kita sedekahkan tidak akan berkurang sesuai sabda nabi dan firman
Allah pada surat Saba dan Al-Baqarah.
مَا نَقَصَتْ صَدَقَةٌ مِنْ مَالٍ……
“Sedekah tidaklah mengurangi harta……” (HR Muslim)
.......وَمَا
أَنفَقْتُم مِّن شَيْءٍ فَهُوَ يُخْلِفُهُ وَهُوَ خَيْرُ الرَّازِقِينَ (39)
“........ dan apa saja yang kamu infakkan maka Allah
akan menggantinya, dan dialah pemberi rezeki yang baik” (QS As-Saba (34:39)
مَّثَلُ الَّذِينَ يُنفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللّهِ
كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِي
كُلِّ سُنبُلَةٍ مِّئَةُ حَبَّةٍ وَاللّهُ يُضَاعِفُ لِمَن يَشَاء وَاللّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ (261)
كُلِّ سُنبُلَةٍ مِّئَةُ حَبَّةٍ وَاللّهُ يُضَاعِفُ لِمَن يَشَاء وَاللّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ (261)
“Perumpamaan orang yang
menginfakkan hartanya dijalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh
tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji. Allah melipat gandakan bagi
siapa yang dikehendaki, dan Allah maha luas maha mengetahui”(QS Al-Baqarah (2):261)
4.
Lelah letihnya
tubuh kita untuk apa?
Yang terakhir yang
Allah tanyakan dari hadits ini adalah lelah, letihnya kita untuk apa? Apa lelah
kita untuk begadang, jalan-jalan, lelah kita karena berolahraga, mencari nafkah
sampai menunda solat yang merupakan kewajiban kita. Atau lelah kita sibuk
membaca Al-Quran, membantu orang tua, membantu yayasan masjid, membantu
janda-janda. Dalam surat Qasas Allah menjadikan siang untuk mencari nafkah dan
malam untuk istirahat sesuai firman-Nya :
وَمِنْ رَحْمَتِهِ جَعَلَ لَكُمُ
اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ لِتَسْكُنُوا فِيهِ وَلِتَبْتَغُوا مِنْ فَضْلِهِ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ (73)
“Dan karena rahmat-Nya dia jadikan
untukmu malam dan siang agar kamu beristirahat pada malam hari dan mencari
sebagian dari karunia-Nya pada siang hari agar kamu bersyukur kepadanya”(QS Al-Qasas (28):73)
Nabi Muhammad ﷺ juga berpesan kepada kita supaya kita harus semangat dalam
beramal, bukan hanya semangat dalam bekerja. Kita tidak boleh malas dalam
beribadah dan menjalankan sunnah-sunnah yang nabi ajarkan. Dalam hadits
shahihnya nabi bersabda :
إِنَّ لِكُلِّ عَمَلٍ شِرَّةٌ وَلِكُلِّ شِرَّةٍ فَتْرَةٌ فَمَنْ
كَانَتْ فَتْرَتُهُ إِلَى سُنَّتِي فَقَدْ اهْتَدَى وَمَنْ كَانَتْ شِرَّتُهُ إِلَى غَيْرِ ذَلِكَ فَقَدْهَلَكَ
“Sesungguhnya tiap amalan ada masa semangatnya
ada lelahnya (futur). Barangsiapa lelahnya karena sunnahku maka dia mendapat
petunjuk dan barangsiapa lelahnya karena bukan sunnahku maka dia telah binasa” (HR
Ahmad)
Dari 4 pertanyaan ini mari kita renungi setiap waktu dan kita amalkan. Yang pertama tentang umur kita dihabiskan untuk apa, yang kedua tentang ilmu diamalkan atau tidak, yang ketiga tentang harta kita darimana diperoleh dan kemana dihabiskan, dan yang terakhir lelah dan letih kita untuk apa. Mudah-mudahan yang saya sampaikan bermanfaat untuk kita semua dan semoga Allah mengampuni dosa-dosa kita, menuntut kita ke jalan yang lurus, semoga Allah memberi kita taufiq pada kita untuk melakukan amal-amal soleh dan menjauhi segala larangan-Nya.
Waallahu a'lam bishawab
Dari 4 pertanyaan ini mari kita renungi setiap waktu dan kita amalkan. Yang pertama tentang umur kita dihabiskan untuk apa, yang kedua tentang ilmu diamalkan atau tidak, yang ketiga tentang harta kita darimana diperoleh dan kemana dihabiskan, dan yang terakhir lelah dan letih kita untuk apa. Mudah-mudahan yang saya sampaikan bermanfaat untuk kita semua dan semoga Allah mengampuni dosa-dosa kita, menuntut kita ke jalan yang lurus, semoga Allah memberi kita taufiq pada kita untuk melakukan amal-amal soleh dan menjauhi segala larangan-Nya.
Waallahu a'lam bishawab
No comments:
Post a Comment