Sunday, September 8, 2019

Perkara yang akan ditanya saat hari kiamat



Dalam kesempatan yang baik ini, kita berada di awal tahun Hijriyah yaitu Muharram saya akan menyampaikan sedikit tentang satu hadits. Ada satu hadits nabi sebagai renungan bagi diri saya maupun seluruh umat nabi Muhammad ﷺ untuk kita amalkan karena nabi menyebutkan dalam satu hadits tentang pertanyaan yang Allah akan tanyakan nanti di Padang Mahsyar. Mengenai hari kiamat, Allah dan Rasul-Nya telah mengabarkan kita melalui ayat-ayat Al-Quran maupun hadits-haditsnya. Salah satu hadits nabi Muhammad yang menggambarkan pada kita kelak di hari kiamat setiap manusia kelak akan dimintai pertanggung jawaban Allah mengenai 4 perkara. Dalam hadits tersebut Rasulullah bersabda :
   لَا تَزُولُ قَدَمَا عَبْدٍ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حَتَّى يُسْأَلَ عَنْ عُمُرِهِ فِيمَا أَفْنَاهُ ، وَعَنْ عِلْمِهِ فِيمَ فَعَلَ، وَعَنْ مَالِهِ مِنْ أَيْنَ اكْتَسَبَهُ وَفِيمَ أَنْفَقَهُ ، وَعَنْ جِسْمِهِ فِيمَ أَبْلَاهُ
“Tidaklah bergeser kedua kaki seorang hamba nanti pada hari kiamat hingga Allah menanyakan tentang umurnya dihabiskan untuk apa, tentang ilmunya diamalkan atau tidak, tentang hartanya darimana dia peroleh dan kemana dihabiskan, tentang tubuhnya, lelah letihnya.” (HR Tirmidzi)

Dari hadits diatas Rasulullah mengabarkan pada umatnya kelak di hari kiamat setiap bani Adam akan dimintai pertanggung jawaban oleh Allah. Ini sebagai renungan bagi saya dan bagi kita semua untuk setiap waktu supaya kita selalu mengingat terhadap amalan yang kita kerjakan selama didunia ini. Banyak perkara yang akan ditanyakan oleh Allah pada hari kiamat, yang pokok yang akan ditanyakan adalah berkaitan dengan tauhid, sebagaimana disebutkan oleh Al Imam Ibnu Qayyim dalam kitabnya :
         ما ذاكنتم تعبدون وماذااجبتم امرسلىن
“Bagaimana kalian beribadah kepada Allah dan bagaimana kalian menyambut seruan para rasul” (Al-Imam Ibnu Qayyim)

1.      Umur kita dihabiskan untuk apa?

Jadi di dunia ini umur kita dihabiskan untuk apa? Apa digunakan untuk yang bermanfaat seperti beribadah kepada Allah, ngaji, membantu orang tua, berdzikir,dll. Apa umur kita digunakan untuk waktu yang tidak bermanfaat seperti jalan-jalan, ngobrol, foya-foya, chattingan, main terus sampai kita lupa waktu meninggalkan kewajiban kita sebagai seorang muslim/muslimah. Berbicara tentang umur juga berbicara tentang waktu seperti yang Allah firmankan dalam surat Al-Asr :

وَالْعَصْرِ﴿١﴾ إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ﴿٢﴾ إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْر

(1)  Demi masa (2) Sungguh manusia berada dalam kerugian (3) Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasihati dalam kebenaran dan kesabaran (QS Al Asr (103):1-3)

            Waktu juga merupakan nikmat yang diberikan Allah kepada kita. Diantara sekian banyak nikmat, ada 2 nikmat yang manusia lalai  yaitu nikmat sehat dan waktu luang sebagaimana yang disabdakan oleh nabi :

          نِعْمَتَانِ مَغْبُونٌ فِيهِمَا كَثِيرٌ مِنْ النَّاسِ الصِّحَّةُ وَالْفَرَاغُ

“Dua nikmat kebanyakan manusia tertipu dengan keduanya yaitu kesehatan dan waktu luang” (HR Bukhari)

Allah juga mengatakan jika seorang hamba ingin menghitung nikmatnya maka mereka tidak akan sanggup menghitung nikmat yang Allah berikan sesuai yang tertera dalam surat An-Nahl ayat 18 :  

وَإِن تَعُدُّواْ نِعْمَةَ اللّهِ لاَ تُحْصُوهَا إِنَّ اللّهَ لَغَفُورٌرَّحِيمٌ (١٨)    1   

“Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak akan sanggup menghitungnya, sungguh Allah maha pengampun lagi maha penyayang” (QS An-Nahl (16):18)

2.      Ilmu kita diamalkan atau tidak?

Kita sebagai muslim dan muslimah hukumnya wajib unuk menuntut ilmu, entah itu ilmu ibadah, pekerjaan, pelajaran, akidah, syar’i, dan ilmu-ilmu lainnya. Setelah kita belajar kita juga wajib wajib mengamalkannya. Jadi ilmu itu kita pelajari lalu kita amalkan karena sesuai dengan janji Allah dalam surat Az-Zukhruf :

وَتِلْكَ الْجَنَّةُ الَّتِي أُورِثْتُمُوهَا بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ(٧٢)
“Dan itulah surga yang diwariskan kepadamu karena perbuatan yang telah kamu kerjakan” (QS Az-Zukhruf (43):72)

        تعلموتعلموفاذاالمتم فعملون 

“Belajarlah,belajarlah kalau kalian sudah belajar amalkan”(Abdullah bin Mas’ud)

 Jadi kita sebagai orang islam harus menuntut ilmu dan harus bertambah setiap hari juga nambah  iman kita, ketaqwaan kita, taqwa kita, tambah zuhud, wara’, tambah takut kepada Allah. Sebab ilmu itu harus diamalkan untuk diri kita,buat rumah tangga dengan istri tambah baik,dengan anak, dengan tetangga juga tambah baik. Bukan tambah kasar, kejam, jauh dari Allah. Kita memasuki jaman dimana fitnah-fitnah bermunculan. Ingat dijaman fitnah ini nabi Muhammad memberi kita solusi ketika banyak fitnah syahwat, finah syubhat bermunculan yang harus kita lakukan adalah segera beramal sesuai sabda nabi :

بَادِرُوا بِالأَعْمَالِ فِتَنًا كَقِطَعِ اللَّيْلِ الْمُظْلِمِ يُصْبِحُ الرَّجُلُ مُؤْمِنًا وَيُمْسِى كَافِرًا أَوْ
 يُمْسِى مُؤْمِنًا وَيُصْبِحُ كَافِرًا يَبِيعُ دِينَهُ بِعَرَضٍ مِنَ الدُّنْيَا
“Bersegeralah beramal sebelum munculnya fitnah (musibah) yang datang bagaikan potongan-potongan malam yang gelap, seorang pagi beriman sorenya kafir atau sorenya beriman paginya kafir yang menjual agama dengan gemerlap dunia” (HR Muslim)
3.      Harta kita darimana diperoleh dan kemana dihabiskan?

Harta ini ada 2 yang ditanya yang pertama darimana kita peroleh apa dari cara yang halal atau yang haram, syubhat, uang yayasan, uang kantor, judi, dan lain-lain. Sebagai manusia kita harus berusaha mencari harta dengan cara yang halal, jika kita mengambil harta dari yang haram maka tempatnya adalah neraka sesuai sabda nabi  :

كُلُّ لَحْمٍ نَبَتَ مِنْ سُحْتٍ فَالنَّارُ أَوْلَى بِهِ
“Setiap daging yang tumbuh dari harta yang haram, maka neraka lebih pantas baginya” (HR Ath-Thabrani)

        وَكُلُواْ مِمَّا رَزَقَكُمُ اللّهُ حَلاَلاً طَيِّبً)……٨٨(

“Dan makanlah yang halal lagi baik dari apa yang Allah rezekikan kepadamu…..” (QS Al-Maidah (5):88)

Nabi Muhammad juga berpesan bahwa diakhir jaman aka ada umatnya yang tidak   mempedulikan darimana dia memperoleh harta tersebut.

لَيَأْتِيَنَّ عَلَى النَّاسِ زَمَانٌ لَا يُبَالِي الْمَرْءُ بِمَا أَخَذَ الْمَالَ أَمِنْ حَلَالٍ أَمْ  مِنْ حَرَامٍ 

“Akan datang suatu masa pada umat manusia mereka tidak lagi peduli dengan cara apa untuk mendapatkan harta apakah dari cara yang halal atau yang haram” (HR Bukhari)

            Adapun harta kita bukan hanya dari pekerjaan saja mungkin juga bias dari warisan. Harta kita juga bisa menjadi fitnah karena fitnah yang besar adalah fitnah harta. Terkadang kita juga sibuk didunia ini hanya untuk mencari harta dan menumpuk-numpuknya seperti Qorun.

إِنَّ لِكُلِّ أُمَّةٍ فِتْنَةً وَفِتْنَةُ أُمَّتِي الْمَالُ

“Sesungguhnya setiap umat memiliki fitnah dan fitnah umatku adalah harta” (HR Tirmidzi)

       Lalu yang kedua kemana harta kita dihabiskan? Apa harta kita dihabiskan untuk maksiat, kesyirikan, foya-foya,mubadzir, dan lain-lain. Sebab harta yang kita miliki bukan milik kita melainkan hanya titipan dari Allah. Allah berfirman dalam surat Al-Isra’ ayat 27 :

إِنَّ الْمُبَذِّرِينَ كَانُوا إِخْوَانَ الشَّيَاطِينِ ۖ وَكَانَ الشَّيْطَانُ لِرَبِّهِ كَفُورًا  (27)

“Sesungguhnya orang mubadzir temannya setan, dan setan itu sangat ingkar kepada tuhannya” (QS Al-Isra' (17):27)

       Harta itu sebaiknya bukan untuk disimpan tetapi lebih baik kita keluarkan untuk infaq, membantu fakir miskin, anak yatim, pembangunan masjid, dan lain-lain. Rasulullah  menyuruh kita untuk infaq, bahkan setiap hari walaupun hanya sedikit tapi bermanfaat dan harta yang kita sedekahkan tidak akan berkurang sesuai sabda nabi dan firman Allah pada surat Saba dan Al-Baqarah.
مَا نَقَصَتْ صَدَقَةٌ مِنْ مَالٍ……  

“Sedekah tidaklah mengurangi harta……” (HR Muslim)      


.......وَمَا أَنفَقْتُم مِّن شَيْءٍ فَهُوَ يُخْلِفُهُ وَهُوَ خَيْرُ الرَّازِقِينَ (39)

........ dan apa saja yang kamu infakkan maka Allah akan menggantinya, dan dialah pemberi rezeki yang baik” (QS As-Saba (34:39)

   مَّثَلُ الَّذِينَ يُنفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِي 
كُلِّ سُنبُلَةٍ مِّئَةُ حَبَّةٍ وَاللّهُ يُضَاعِفُ لِمَن يَشَاء وَاللّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ (261)

“Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya dijalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji. Allah melipat gandakan bagi siapa yang dikehendaki, dan Allah maha luas maha mengetahui”(QS Al-Baqarah (2):261)

4.      Lelah letihnya tubuh kita untuk apa?

Yang terakhir yang Allah tanyakan dari hadits ini adalah lelah, letihnya kita untuk apa? Apa lelah kita untuk begadang, jalan-jalan, lelah kita karena berolahraga, mencari nafkah sampai menunda solat yang merupakan kewajiban kita. Atau lelah kita sibuk membaca Al-Quran, membantu orang tua, membantu yayasan masjid, membantu janda-janda. Dalam surat Qasas Allah menjadikan siang untuk mencari nafkah dan malam untuk istirahat sesuai firman-Nya :

وَمِنْ رَحْمَتِهِ جَعَلَ لَكُمُ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ لِتَسْكُنُوا فِيهِ وَلِتَبْتَغُوا مِنْ فَضْلِهِ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ (73)

“Dan karena rahmat-Nya dia jadikan untukmu malam dan siang agar kamu beristirahat pada malam hari dan mencari sebagian dari karunia-Nya pada siang hari agar kamu bersyukur kepadanya”(QS Al-Qasas (28):73)

Nabi Muhammad juga berpesan kepada kita supaya kita harus semangat dalam beramal, bukan hanya semangat dalam bekerja. Kita tidak boleh malas dalam beribadah dan menjalankan sunnah-sunnah yang nabi ajarkan. Dalam hadits shahihnya nabi bersabda :

  إِنَّ لِكُلِّ عَمَلٍ شِرَّةٌ وَلِكُلِّ شِرَّةٍ فَتْرَةٌ فَمَنْ كَانَتْ فَتْرَتُهُ إِلَى سُنَّتِي فَقَدْ اهْتَدَى  وَمَنْ كَانَتْ شِرَّتُهُ إِلَى غَيْرِ ذَلِكَ فَقَدْهَلَكَ

“Sesungguhnya tiap amalan ada masa semangatnya ada lelahnya (futur). Barangsiapa lelahnya karena sunnahku maka dia mendapat petunjuk dan barangsiapa lelahnya karena bukan sunnahku maka dia telah binasa” (HR Ahmad)

          Dari 4 pertanyaan ini mari kita renungi setiap waktu dan kita amalkan. Yang pertama tentang umur kita dihabiskan untuk apa, yang kedua tentang ilmu diamalkan atau tidak, yang ketiga tentang harta kita darimana diperoleh dan kemana dihabiskan, dan yang terakhir lelah dan letih kita untuk apa. Mudah-mudahan yang saya sampaikan bermanfaat untuk kita semua dan semoga Allah mengampuni dosa-dosa kita, menuntut kita ke jalan yang lurus, semoga Allah memberi kita taufiq pada kita untuk melakukan amal-amal soleh dan menjauhi segala larangan-Nya.

Waallahu a'lam bishawab







Saturday, September 7, 2019

About me


  
Namanya Sulaiman Rusdi Dziban  lahir di Yogyakarta, 30 Juni 1999 dan merupakan anak pertama dari 5 bersaudara, dari pasangan Rusdi Dziban dan Lina Alfiah. Dia biasa dipanggil Sulaiman atau Iman dan hobinya travelling, membaca, futsal, ngegame, dll.

Iman pertama kali masuk sekolah di TK Budi Mulya 2 Pandeansari (2003-2005). Kemudian setelah lulus dia melanjutkan ke SD Budi Mulya 2 Pandeansari (2005-2009). Di tahun 2009 dia harus mengikuti ayahnya untuk bekerja di Banyuwangi yang pada akhirnya dia pindah ke SD Al-Irsyad (2009-2011). Selepas lulus SD dia melanjutkan sekolahnya di SMPN 1 Glagah (2011-2014) dan kemudian melanjutkan sekolah lagi ke SMAN 1 Giri (2014-2017). Saat ini dia sedang melanjutkan studinya di Universitas Jember fakultas Teknik Elektro.